Lewati ke konten utama

Pastor Paroki Kokonao Ditemukan Meninggal Dunia di Kolam Renang Kuala Kencana

Redaksi Fajar PapuaPenulis
Redaksi Fajar PapuaEditor
16.26 WITTrending3.372 dibaca
Jenazah korban saat dievakuasi dari kolam renang.
Jenazah korban saat dievakuasi dari kolam renang.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pastor Paroki Kokonao, Pater Alexander David Buntoto SCJ atau yang akrab dipanggil Pastor David (36) ditemukan meninggal dunia di dasar kolam renang Kuala Kencana, kawasan PT Freeport Indonesia, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Korban diketahui telah menjalani tugas pelayanan umat di wilayah Kokonao, Kabupaten Mimika, selama kurang lebih setahun belakangan. Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa diketahui dari laporan security PT Freeport Indonesia sekitar pukul 11.43 WIT terkait jenazah seorang pria yang diduga tenggelam di kolam renang Kuala Kencana.

Kapolsek Kuala Kencana melalui Kanit Reskrim Ipda Willy B. menjelaskan, setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan dan penyelidikan awal.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 11.30 WIT seorang anak yang berada di sekitar kolam melihat benda berwarna hitam di dasar kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter.

"Saat diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata tubuh seorang pria yang berada dalam posisi tengkurap di dasar kolam. Saksi kemudian berteriak minta tolong. Seorang pengunjung lainnya segera masuk ke kolam untuk mengevakuasi korban," katanya.

Ketika personel kepolisian tiba di lokasi, korban telah mendapatkan penanganan dari petugas Klinik Kuala Kencana bersama Emergency Response Group (ERG). Tim medis sempat melakukan upaya pertolongan berupa resusitasi jantung paru atau CPR.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.41 WIT.

Sekitar pukul 13.00 WIT, Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika bersama personel kepolisian melakukan olah TKP untuk mengumpulkan informasi dan menelusuri kejadian tersebut.

Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Klinik Kuala Kencana menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan luar oleh tim medis RSMM, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selain itu, dari penelusuran data akses masuk atau audit trail, diketahui korban memasuki area kolam renang Kuala Kencana sekitar pukul 08.55 WIT.

Polisi juga memperoleh keterangan dari salah seorang rekan korban berinisial AM yang menyebutkan korban memiliki riwayat keluhan sakit pada bagian pinggang atau saraf terjepit dan telah beberapa kali menjalani terapi.

Meski demikian, informasi mengenai riwayat kesehatan tersebut masih sebatas keterangan saksi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab meninggalnya korban.

"Saat ini, jenazah korban masih berada di RSMM Timika sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga terkait proses pemulangan jenazah ke Palembang,"ujarnya.

Kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan informasi yang diperlukan guna memastikan rangkaian peristiwa penemuan jenazah tersebut.(ron)