Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyiapkan pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) untuk mempercepat penanganan penyakit tersebut melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini menegaskan bahwa penanggulangan tuberkulosis (TB) bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Pembentukan TP2TB dibahas dalam pertemuan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Hotel Grand Tembaga, Selasa (13/10). Pertemuan tersebut melibatkan unsur pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak terkait.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, saat membuka kegiatan bersama Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyau mengatakan, pembentukan tim harus diikuti langkah konkret, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.
Menurut Ananias, TP2TB perlu memiliki pembagian tanggung jawab yang terukur, mekanisme koordinasi yang jelas, serta dukungan anggaran agar program penanggulangan TB dapat berjalan efektif.
“Biasanya kita membentuk tim, tetapi kemudian hanya di atas kertas dan tidak pernah diterapkan. Karena itu, pembentukan tim ini harus diikuti dengan pelaksanaan yang nyata,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan penanggulangan TB membutuhkan kesamaan pemahaman dan komitmen seluruh pihak. Setiap perangkat daerah diharapkan mengintegrasikan program yang relevan ke dalam perencanaan instansi masing-masing sehingga penanganan TB dapat berjalan secara terpadu.
Ananias juga menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penentuan langkah intervensi. Data yang jelas diperlukan agar pembagian tugas dan pelaksanaan program tepat sasaran.
“Data paling penting. Tanpa data yang jelas, pelaksanaan program bisa kacau. Pembagian tugas pokok dan fungsi juga harus terperinci. Mari bekerja dengan hati demi kesehatan masyarakat Mimika,” ujarnya.
Selain koordinasi antarpemerintah, keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan program hingga ke lingkungan tempat tinggal warga. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong pencegahan penularan, serta memperkuat dukungan terhadap pasien TB.
Dalam penanggulangan TB, Dinas Kesehatan Mimika masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, pencegahan penularan, pelacakan kontak erat, hingga dukungan sosial bagi pasien dan perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Persoalan tersebut membutuhkan penanganan terpadu karena TB tidak hanya berkaitan dengan layanan medis, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial dan lingkungan masyarakat.
Melalui TP2TB, Pemkab Mimika berharap berbagai program dan sumber daya dapat disatukan agar penanggulangan TB lebih terarah. Tim ini dirancang untuk menyelaraskan kebijakan, mengintegrasikan perencanaan, mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi program.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga membahas rancangan struktur keanggotaan, tugas dan fungsi, mekanisme kerja, serta pembagian peran setiap instansi dan pihak terkait. Pembentukan TP2TB selanjutnya akan ditetapkan melalui keputusan bupati.
Sebagai bentuk kesepakatan bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh para pihak yang terlibat.
Pemkab Mimika berharap TP2TB tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga mampu mendorong pelaksanaan program secara berkelanjutan guna memperluas penanganan dan mempercepat eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Mimika. (ron)









