Lewati ke konten utama

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Pembangunan, 10 Kampung Ditargetkan Dialiri Arus Listrik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
11.16 WIT2 menit baca111 dibaca
Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyampaikan paparan pembangunan Kabupaten Mimika pada peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyampaikan paparan pembangunan Kabupaten Mimika pada peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kampung. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan akses listrik di 10 kampung sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).

Menurut Rettob, kondisi geografis Mimika yang terdiri atas kawasan pegunungan, dataran rendah, sungai, dan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut membutuhkan biaya besar serta perencanaan yang matang agar pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah.

Berdasarkan paparan Bupati, dari 133 kampung dan 19 kelurahan di Kabupaten Mimika, akses listrik telah menjangkau 46 kampung. Pemerintah menargetkan tambahan akses listrik di 10 kampung pada tahun ini untuk memperluas jangkauan pelayanan dasar.

Perluasan akses listrik juga diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan jaringan komunikasi, terutama di kampung-kampung dan fasilitas pelayanan publik. Ketersediaan listrik dan jaringan komunikasi dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, pendidikan, serta pelayanan pemerintahan.

Di sektor ekonomi, Pemkab Mimika turut mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih. Rettob menyebut sebanyak 152 koperasi telah diluncurkan pada Juli 2025 sebagai upaya membuka peluang usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.

Selain itu, pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan delapan kampung nelayan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir sekaligus memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal.

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), subsidi penerbangan perintis, serta kerja sama dengan pemerintah pusat dan sektor swasta juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Rettob menegaskan, pembangunan Mimika membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, dan pemerintah pusat.

Pada momentum HUT ke-30 Kabupaten Mimika, pemerataan infrastruktur dan penguatan ekonomi kampung menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.