Lewati ke konten utama

BI Papua Gelar Festival Literasi, Dorong Generasi Muda Perkuat Budaya Membaca

Redaksi Fajar PapuaPenulis
20.35 WIT2 menit baca53 dibaca
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono saat membuka Festival Literasi Papua di Universitas Yapis Papua
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono saat membuka Festival Literasi Papua di Universitas Yapis PapuaFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menggelar Festival Literasi Papua bertajuk TIFA: Tumbuhkan Inspirasi dalam Festival Literasi Papua di Aula Universitas Yapis Papua pada 6–7 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BI Papua dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda Papua, mengenai ekonomi, keuangan dan literasi digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono mengatakan Festival Literasi Papua tidak hanya ditujukan untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan generasi muda mengenai ekonomi dan keuangan.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan memilah informasi yang benar, mengelola keuangan dengan bijak, dan bertransaksi digital secara aman merupakan bekal yang sangat penting. Generasi muda Papua yang berliterasi adalah modal utama untuk membangun Papua yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Warsono, Kamis (8/10/2026).

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Yapis Papua yang membidangi perencanaan sistem informasi, sarana dan prasarana, keuangan serta sumber daya manusia, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Papua menyelenggarakan Festival Literasi Papua.

Menurutnya, kegiatan literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang ekonomi dan keuangan.

“Kami meyakini bahwa kegiatan literasi ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya dalam hal peningkatan pemahaman keuangan, tetapi juga dalam berbagai bidang literasi lainnya yang disampaikan oleh para narasumber,” ujarnya.

Ia berharap manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan mahasiswa Universitas Yapis Papua, tetapi dapat diteruskan dan dirasakan masyarakat Kota Jayapura secara lebih luas.

Selama dua hari pelaksanaan, Festival Literasi Papua 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, diantaranya bedah buku Anak Rantau bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia Mengajar, serta Literacy Talks bersama Samuel Ray, content creator bidang keuangan dan karier, serta Tom Reumy, dosen sekaligus influencer.

Para peserta juga dapat mengunjungi sejumlah booth yang menghadirkan layanan perpustakaan, edukasi sistem pembayaran serta pengelolaan uang Rupiah oleh Bank Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat koleksi dan layanan perpustakaan Bank Indonesia, memahami ciri keaslian uang Rupiah, serta mempelajari perkembangan sistem pembayaran digital yang aman, mudah dan efisien.

Melalui semangat TIFA, Bank Indonesia mengajak generasi muda Papua menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban.

Festival Literasi Papua diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang secara konsisten mendorong budaya literasi masyarakat Papua serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Tanah Papua.(hsb)