Lewati ke konten utama

Berhasil Siapkan 8 Hektare Lahan, Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Mimika Segera Dimulai

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
09.04 WIT2 menit baca800 dibaca
Bupati Mimika bersama tim Kemensos saat meninjau lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat
Bupati Mimika bersama tim Kemensos saat meninjau lahan yang akan dibangun Sekolah RakyatFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan kesiapan lahan seluas kurang lebih 8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pembangunan sekolah yang dibiayai melalui APBN itu akan segera berjalan setelah proses penyediaan lahan dinyatakan tuntas dan menunggu peninjauan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kepastian pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Mimika disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menerima audiensi perwakilan delapan pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (18/6/2026).

Gus Ipul mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik dilakukan menggunakan anggaran APBN.

"Tanah disediakan oleh kabupaten/kota atau provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan," ujarnya.

Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ekstrem. Karena itu, proses penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme penjangkauan aktif oleh pemerintah daerah, bukan melalui pendaftaran terbuka.

"Program ini memang untuk mereka yang paling miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap-menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini harus benar-benar untuk mereka," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat permanen hampir rampung pembangunannya sehingga dapat menampung lebih banyak siswa dari keluarga prasejahtera.

"Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati atau wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif," pungkasnya.

Sementara Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah memenuhi kriteria teknis dan siap ditindaklanjuti.

"Kami sudah menyiapkan kurang lebih 8 hektare lahan yang flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan," katanya.(red)