Lewati ke konten utama

Bupati Mimika Johannes Rettob Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Surakarta

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.03 WIT2 menit baca287 dibaca
Bupati Mimika Johannes Rettob menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Senin malam.
Bupati Mimika Johannes Rettob menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Senin malam.Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo (KRA) dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah.

Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan dukungannya terhadap pelestarian budaya nusantara.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Surakarta Hadiningrat, Senin (15/6) malam.

Dalam kesempatan yang sama, istri Johannes Rettob, Suzy Susana Herawati Rettob, juga menerima gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu (KMA).

Bupati Rettob mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan Keraton Surakarta.

Menurutnya, penghormatan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Mimika dan Papua Tengah.

"Malam ini kami menghadiri undangan yang disampaikan oleh Keraton Surakarta untuk diberikan gelar penghormatan Kanjeng Raden Aryo kepada saya. Terima kasih saya sampaikan kepada Keraton Surakarta karena saya dipilih untuk mendapatkan penghargaan ini," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap terbuka Keraton Surakarta yang memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari kawasan timur Indonesia.

"Mereka membuka ruang luas, sehingga kami di Indonesia Timur juga diberikan kesempatan untuk menerima gelar ini," katanya.

Pemberian gelar kehormatan tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah tokoh lainnya yang dinilai memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, mengatakan penghargaan itu diberikan kepada para tokoh pemerintahan maupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan budaya bangsa.

"Kami memberikan penghargaan ini berhubungan dengan pemerintah atau tokoh yang ada di Indonesia yang peduli dengan pelestarian budaya," katanya.

Menurutnya, Johannes Rettob dinilai sebagai salah satu tokoh yang memiliki komitmen untuk membantu dan mendukung perkembangan Keraton Surakarta.

"Beliau kebetulan memang salah satu tokoh yang ingin membantu dan mendukung Keraton Surakarta. Itu pertimbangan kami memberikan anugerah kepada beliau," ujarnya.

Keraton Surakarta berharap hubungan baik tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya dalam bidang kebudayaan.

"Harapannya ke depan bisa terjalin kolaborasi. Semoga ada beberapa program yang bisa kami kerjakan bersama, mungkin bisa bertukar budaya dari Keraton Surakarta ke Papua," katanya.

Penganugerahan gelar Kanjeng Raden Aryo kepada Johannes Rettob menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Mimika. Penghargaan itu menunjukkan bahwa tokoh dari Papua juga mendapat ruang dan pengakuan dalam upaya menjaga serta melestarikan kekayaan budaya bangsa. (mas)