Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Breakingnews : Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, Sejumlah Korban Dilaporkan Tewas dan Rumah Hancur

IMG-20260531-WA0108
IMG-20260531-WA0108Foto / PAPUA
Redaksi FP2 menit baca88 kali dibaca

Biak, fajarpapua.com – Ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Pasar Ikan Samping Gereja El Roy, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 15.00 WIT.

Dentuman keras yang terdengar hingga radius cukup jauh itu memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan permukiman warga yang berada di samping Kantor Dinas Perikanan Biak.

Berdasarkan informasi yang yang dihimpun fajarpapua.com dari sejumlah unggahan media sosial, ledakan diduga kuat berasal dari bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan warga saat menyelam. Bom tersebut kemudian digergaji untuk diambil mesiunya, namun naas bom tersebut meledak.

Akibat ledakan maut tersebut, dikabarkan terdapat korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hingga kini, jumlah pasti korban jiwa maupun korban luka masih menunggu pendataan resmi dari pihak berwenang.

Kekuatan ledakan yang terjadi di kawasan pesisir pantai itu disebut sangat besar.

Detik-detik mengerikan saat ledakan terjadi bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) Pelabuhan Biak dan videonya langsung viral di media sosial.

Dari sejumlah foto dan video amatir yang beredar, tampak beberapa bangunan rumah warga mengalami kerusakan parah.

Puing-puing bangunan berserakan dan sebagian rumah dilaporkan rata dengan tanah akibat kuatnya daya ledak.

Padatnya permukiman di lokasi kejadian diduga memperbesar dampak kerusakan serta risiko jatuhnya korban jiwa.

Warga sekitar mengaku syok karena ledakan terjadi secara tiba-tiba di tengah aktivitas masyarakat pada sore hari.

Setelah kejadian, aparat gabungan dari Polres Biak Numfor dan TNI langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi korban.

Petugas memasang garis polisi guna mensterilkan area dari kerumunan warga serta mengantisipasi kemungkinan adanya serpihan berbahaya maupun ledakan susulan.

Hingga berita ini diturunkan, tim medis dan aparat keamanan masih melakukan proses evakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun penyebab pasti ledakan. (mas)