Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Direktur RSUD Mimika Minta Wartawan Hormati Wilayah Kerjanya, Mengaku Tidak Takut RDP dengan DPRK Mimika

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca397 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Manajemen RSUD Mimika memberikan klarifikasi terkait berbagai isu yang berkembang mengenai kondisi internal rumah sakit, termasuk dugaan sentralisasi kewenangan dan dampaknya terhadap pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Mimika, dr. Leny Burdam didampingi Kabid Keperawatan, Levina Tandiyono saat ditemui wartawan menyatakan, hubungan kerja antara seluruh bidang dengan Direktur RSUD Mimika tetap berjalan normal.

“Semua berjalan, koordinasi dengan ibu direktur berjalan baik,” ujar Levina.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis berbagai informasi yang sebelumnya beredar mengenai adanya ketidakharmonisan di lingkungan manajemen rumah sakit maupun hambatan koordinasi antarbidang.

"Tolong wartawan jangan bohong yah, kami di sini kerja tenang-tenang, kami semua aman," ujar Levina.

Sementara itu, Direktur RSUD Mimika dr. Leny Burdam memberikan tanggapan terkait wacana pemanggilan pihak rumah sakit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Mimika yang belakangan mulai ramai diperbincangkan.

Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum pernah menerima undangan resmi terkait agenda RDP tersebut.

“Saya belum pernah menerima undangan RDP,” ujarnya singkat.

Leny juga menegaskan dirinya tidak khawatir apabila sewaktu-waktu diminta memberikan penjelasan di hadapan DPRK Mimika terkait berbagai isu yang berkembang.

“Saya tidak takut dengan hal seperti itu,” katanya.

Menanggapi pemberitaan yang terus menyoroti kondisi internal RSUD Mimika, dia meminta agar insan pers tetap menghormati ruang kerja dan tugas-tugas pelayanan yang sedang dijalankan oleh pihak rumah sakit.

Menurutnya, fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Tolong wartawan hormati wilayah kerja masing-masing, di sini wilayah kerja saya tolong hormati," tukasnya.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah munculnya pemberitaan yang menyoroti kondisi internal RSUD Mimika, termasuk isu sentralisasi kewenangan, fungsi kepala bidang, hingga dampaknya terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Meski demikian, pihak manajemen memastikan bahwa seluruh proses koordinasi dan pelaksanaan tugas di lingkungan rumah sakit masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sebelumnya, sumber internal fajarpapua.com menyebut terjadi perubahan pola pengambilan keputusan pasca pergantian kepemimpinan di RSUD Mimika. Saat ini, semua keputusan tersentral di ibu direktur.(tim)

Direktur RSUD Mimika Minta Wartawan Hormati Wilayah Kerjanya, Mengaku Tidak Takut RDP dengan DPRK Mimika | Fajar Papua