Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Terapkan Konsep Montessori, Siswa Kelas 1 SATP Tampil Percaya Diri Lewat “The Wonderful Life Cycle”

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca8 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Program Montessori di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) kembali menunjukkan pendekatan pembelajaran kreatif dan bermakna melalui kegiatan akhir tahun bertajuk “The Wonderful Life Cycle”, Kamis (28/5).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa kelas 1 SATP untuk menampilkan hasil pembelajaran selama satu tahun ajaran melalui pertunjukan edukatif yang menggabungkan konsep sains, seni, kreativitas, dan eksplorasi langsung sesuai metode Montessori.

Dalam penampilan tersebut, setiap kelas mengangkat tema siklus kehidupan yang berbeda. Grade 1B menampilkan Fish Life Cycle, Grade 1C Frog Life Cycle, Grade 1D Water Cycle, Grade 1E Chicken Life Cycle, Grade 1F Butterfly Life Cycle, Grade 1G Sago Palm Life Cycle, dan Grade 1H Bee Life Cycle.

Melalui konsep Montessori, siswa tidak hanya belajar memahami materi secara teori, tetapi juga mengeksplorasi langsung, berdiskusi, dan mengekspresikan pemahaman mereka secara kreatif di depan umum.

Penanggung Jawab Program Montessori SATP, Theodora Karmayanti Widyaningsih menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman yang menjadi ciri utama metode Montessori.

“Anak-anak menampilkan ekspresi kreatif tentang bagaimana mereka belajar memahami siklus kehidupan makhluk hidup. Mereka belajar melalui eksplorasi di luar kelas, menggunakan aparatus di kelas, lalu mengekspresikannya dalam bentuk kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Montessori yang diterapkan di SATP menekankan pembelajaran berbasis “mini community”, di mana anak-anak belajar secara mandiri sekaligus bekerja sama dengan teman-temannya dalam lingkungan belajar yang menyenangkan dan terstruktur.

“Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Tugas kita adalah menghargai proses belajar mereka dan menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta memudahkan anak memahami materi,” katanya.

Kepala SATP, Sonianto Kuddi mengapresiasi keberanian para siswa yang tampil percaya diri di atas panggung.

Ia menilai pendekatan Montessori membantu anak-anak membangun karakter, kedisiplinan, serta kemampuan sosial sejak dini.

“Hari ini anak-anak belajar memahami siklus hidup dengan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Saat tampil di depan, mereka sedang melatih rasa percaya diri, belajar kerja sama, kepatuhan kepada guru, serta keteraturan yang menjadi prinsip penting dalam Montessori,” ungkapnya.

Sonianto juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendampingi siswa sepanjang tahun ajaran.

Pendekatan Montessori kini menjadi fondasi utama proses belajar mengajar di SATP, sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Di SATP, metode Montessori dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Kehidupan Kontekstual Papua (KBKKP), sehingga siswa didorong untuk belajar mandiri, memilih aktivitas sesuai minat, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

Melalui kegiatan “The Wonderful Life Cycle”, SATP menutup tahun ajaran dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, sekaligus menunjukkan bahwa konsep Montessori mampu membentuk generasi Papua yang kreatif, percaya diri, dan mandiri.(mas)