Timika, fajarpapua.com - Usai membantai 8 pendulang emas ilegal, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah membakar satu unit bangunan SMP Negeri Koasrama di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (20/5) sekitar pukul 22.00 WIT.
Klaim tersebut disampaikan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom, Kamis (21/5).
Sebby mengatakan, pembakaran dilakukan saat anggota TPNPB menjalankan operasi di wilayah Yahukimo. Mereka menyatakan menolak seluruh pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia di Papua, mulai dari sekolah, jalan, rumah, jembatan hingga bangunan pemerintah lainnya.
“Jika hal tersebut tidak diindahkan maka kami siap membakar seluruh bangunan pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua,” ujarnya.
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan delapan orang yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal di Yahukimo dalam operasi pada 17 hingga 20 Mei 2026.
Dalam pernyataan itu, pimpinan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka menyebut penyerangan dilakukan pasukan Batalyon Yamue dibawah pimpinan Kumis Passe dan Dejang Heluka.
Selain itu, TPNPB juga mengeluarkan ancaman kepada warga pendatang atau imigran Indonesia agar segera meninggalkan wilayah Yahukimo dan daerah konflik bersenjata di Papua.
“Kami meminta kepada warga imigran Indonesia agar segera kosongkan wilayah-wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua,” tukas Sebby.
Hingga berita ini dipublish, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait klaim pembakaran SMPN Koasrama.

