Timika, fajarpapua.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika terus mendorong peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui sosialisasi pendidikan pemilih pemula di SMA Negeri 7 Mimika, Rabu (20/5).
Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar itu mengusung tema “Pemilih Cerdas Menghasilkan Pemimpin Berkualitas, Gen Z Cerdas Demokrasi, Bijak Memilih Untuk Masa Depan Indonesia.”
Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Mimika, Agus Tutupaha mengatakan, pelajar memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi di masa depan sehingga pendidikan politik perlu diberikan sejak dini.
Menurut dia, siswa SMA saat ini akan menjadi bagian dari pemilih aktif pada Pemilu 2029 mendatang. Karena itu, mereka diminta mulai mempersiapkan diri, termasuk melakukan perekaman KTP elektronik agar dapat menggunakan hak pilihnya.
“Jangan sampai nanti ketika pemilu tiba justru tidak terdaftar karena belum melakukan perekaman KTP-el. Anak muda harus peduli terhadap proses demokrasi karena suara mereka menentukan masa depan daerah dan negara,” ujarnya.
Agus menjelaskan, KPU Mimika ingin melahirkan generasi pemilih yang kritis dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun politik uang.
“Gen Z harus menjadi contoh pemilih yang cerdas dan kritis. Pemimpin yang baik lahir dari pilihan masyarakat yang bijak,” katanya.
Ia menambahkan, sosialisasi pendidikan pemilih akan terus dilakukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Mimika guna meningkatkan partisipasi politik generasi muda menjelang pesta demokrasi mendatang.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 7 Mimika, Boni Silaban mengapresiasi kegiatan yang dilakukan KPU Mimika tersebut.
Menurut dia, sosialisasi itu menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami tanggung jawab sebagai warga negara ketika memasuki usia pemilih.
“Sekarang mereka masih fokus belajar, tetapi beberapa tahun ke depan mereka sudah ikut menentukan pemimpin bangsa. Karena itu pemahaman tentang demokrasi harus mulai dibangun dari sekarang,” ujarnya.
Boni juga mengingatkan siswa agar mengikuti kegiatan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan itu untuk memahami mekanisme pemilu serta hak sebagai pemilih. “Ilmu yang didapat hari ini akan sangat berguna bagi mereka di masa depan,” tutupnya. (moa)

