Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

TPNPB Bantah Terlibat Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Minta Lembaga HAM Internasional Lakukan Investigasi

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca5 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM membantah tuduhan aparat TNI yang menyebut pihaknya terlibat dalam insiden penembakan warga sipil di Tembagapura pada 7-8 Mei 2026.

Dalam siaran pers yang diterima Rabu (13/5), Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut pihaknya tidak berada di lokasi saat operasi militer berlangsung di kawasan pinggiran Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

TPNPB menilai pernyataan Kepala Penerangan TNI Koops Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna yang menuding kelompoknya sebagai pelaku penembakan merupakan upaya menghindari tanggung jawab atas jatuhnya korban sipil, termasuk Naliance Wamang.

“Pasukan TPNPB sedang berada di markas yang berada di luar wilayah tersebut saat operasi berlangsung,” tulis siaran pers tersebut.

TPNPB juga mengklaim memperoleh laporan dari PIS TPNPB di Camp David yang menyebut aparat telah memberi informasi terkait rencana operasi di kawasan Kali Kabur sebelum insiden penembakan terjadi.

Dalam rilis itu, TPNPB menuding operasi militer dilakukan setelah adanya tembakan pancingan dari pihak kepolisian di Camp David dan balasan dari pihak TNI di Camp Wini Kalikuluk.

Selain itu, TPNPB meminta lembaga HAM nasional maupun internasional melakukan investigasi independen dan transparan terkait kematian warga sipil dalam insiden tersebut.

Mereka juga meminta jurnalis asing dan Palang Merah Internasional dapat meliput kondisi pengungsi di sejumlah wilayah konflik di Tanah Papua, termasuk Tembagapura, Puncak, dan Puncak Jaya.(red)