Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Buka Musorkablub KONI Mimika, Bupati Mimika Ajak Bangun Tata Kelola Olahraga Profesional

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com– Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Mimika yang digelar di Bali Room Hotel Grand Tembaga berlangsung penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membenahi tata kelola organisasi olahraga sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mendorong prestasi atlet di Kabupaten Mimika.

Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tebai, dalam sambutannya menegaskan Musorkablub menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi olahraga di Mimika, terutama dalam menghadapi berbagai agenda besar ke depan.

“Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut prestasi serta harkat dan martabat daerah dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada pengurus baru yang akan terpilih agar mampu bekerja maksimal serta menjalin koordinasi yang baik dengan seluruh cabang olahraga (cabor) sehingga pembinaan dapat berjalan merata.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar, termasuk mempersiapkan atlet Mimika menghadapi Pekan Olahraga Provinsi dalam waktu dekat, serta pembinaan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita ingin memastikan seluruh cabor, khususnya di Mimika, dibina secara maksimal agar mampu bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.

Yeki juga menyoroti pentingnya penataan administrasi organisasi, terutama terkait legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabor.

Hal ini menjadi penting pasca perubahan wilayah provinsi yang menuntut penyesuaian struktur organisasi agar tetap sah secara administratif.

“Beberapa tahun lalu kami melakukan pembekuan dan kini sedang membenahi. Mimika menjadi yang pertama menerbitkan SK baru. Musorkablub ini merupakan kelanjutan dari kepengurusan periode 2023–2027,” tambahnya.

Ia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat berjalan efektif hingga akhir masa bakti 2027, sebelum kembali dilaksanakan musyawarah untuk pembentukan pengurus definitif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, panitia, serta seluruh cabor atas dukungan dan kontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami berharap musyawarah ini berjalan lancar tanpa konflik, karena tujuan kita sama, yakni memajukan olahraga di Mimika,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa saat ini Mimika berada pada titik krusial dalam memperbaiki tata kelola olahraga yang sempat mengalami dinamika sejak 2022.

“Proses KONI Mimika pada 2022 dilakukan melalui musyawarah, namun terjadi diskualifikasi ketua terpilih dan penunjukan tanpa musyawarah. Ini yang membuat perjalanan prestasi olahraga di Mimika menjadi tidak stabil,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengajak semua pihak untuk tetap bersyukur karena Musorkablub dapat terlaksana sebagai langkah awal pembenahan organisasi.

Menurutnya, forum ini akan menghasilkan kepengurusan antar waktu hingga 2027 sebelum dilanjutkan dengan Musorkab secara normal.

Bupati menekankan pentingnya momentum ini sebagai sarana evaluasi dan konsolidasi guna membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.

“Yang penting kita harus kompak. Ini momen untuk memperkuat tata kelola organisasi olahraga di Mimika,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan pembinaan olahraga yang selama ini masih terpusat di wilayah kota Timika, sementara potensi atlet di kampung-kampung belum tergarap optimal.

“Kita punya wilayah luas dari gunung sampai pantai, tapi pembinaan masih terpusat di kota. Bisa jadi di kampung ada atlet berbakat yang belum terjangkau,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong kepengurusan baru agar mampu menjangkau seluruh wilayah Mimika, termasuk melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten guna menjaring bibit-bibit unggul dari daerah terpencil.

“Pemerintah siap mendukung. Kita harus cari talenta terbaik, baik di kota maupun di kampung,” tambahnya. (mas)