Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

TMMD ke-128 Resmi Dibuka, Bupati Mimika : Difokuskan Wilayah Kampung Pesisir yang Masih Butuh Perhatian Serius

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca1 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Mimika resmi dibuka Rabu (22/4). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan, TMMD tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sisi sosial kemasyarakatan. Peningkatan wawasan kebangsaan, semangat gotong royong, hingga pemberdayaan warga menjadi bagian dari program tersebut.

“Ini menjadi energi bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan yang merata,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1710/Mimika yang terus menghadirkan program TMMD secara berkelanjutan di Mimika. Kehadiran program ini dinilai memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD tahun ini. Pembangunan diarahkan pada kebutuhan mendasar warga, mulai dari fasilitas umum hingga sarana pendukung yang menunjang kualitas hidup masyarakat.

Lokasi kegiatan difokuskan pada wilayah kampung pesisir yang masih membutuhkan perhatian serius.

Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan TMMD juga diharapkan memperkuat kebersamaan warga melalui kerja gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Masyarakat setempat diajak untuk ikut berperan aktif, mulai dari proses pembangunan hingga menjaga dan memanfaatkan hasilnya secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda menggambarkan kondisi masyarakat pesisir yang masih menghadapi keterbatasan, terutama pada hunian dan akses air bersih.

Ia menceritakan pengalamannya saat meninjau sejumlah wilayah, masih ditemukan rumah dengan kondisi tidak layak huni serta keterbatasan ruang bagi beberapa kepala keluarga dalam satu tempat tinggal.

“Wilayah pesisir ini memang membutuhkan perhatian serius. Ada kampung yang kondisi rumahnya sangat sederhana, bahkan dihuni beberapa keluarga dalam satu bangunan kecil,” tuturnya.

Melalui TMMD, berbagai sasaran fisik dan nonfisik dikerjakan secara bersamaan. Pembangunan mencakup rumah layak huni, fasilitas mandi cuci kakus (MCK), hingga sumur bor untuk menjawab kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kendala utama di wilayah pesisir.

Sebanyak 125 personel dikerahkan untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan. Program ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang sebelumnya telah disampaikan kepada TNI.

Pendanaan kegiatan bersumber dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan dukungan program TNI, dengan harapan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penutupan TMMD ke-128 dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei mendatang di lokasi kegiatan. Masyarakat dan media diharapkan dapat melihat langsung hasil pembangunan yang telah dikerjakan selama program berlangsung.

Melalui sinergi yang terus terjaga, TMMD diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka akses pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pesisir Mimika. (moa)