Timika, fajarpapua.com – Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih terpantau memanas pasca aksi saling serang antar dua kelompok warga yang terjadi pada Kamis (16/4).
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan orang mengalami luka-luka.
Korban tewas diketahui berinisial TN, yang berasal dari kelompok Niwigalen. Jenazah korban telah ditangani oleh pihak keluarga melalui prosesi kremasi atau bakar secara adat.
Sejak Jumat (17/4) pagi, aparat gabungan dari Polres Mimika, Brimob Batalyon B Mimika, serta pleton Dalmas dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan patroli intensif di sejumlah titik rawan.
Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Iptu Dominggus Maspaitela guna mencegah terjadinya aksi susulan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, di Jalur 1 atau arah lapangan terbuka depan kediaman Noap Dang, terlihat kelompok kecil warga tengah beristirahat pasca bentrokan.
Namun, di lokasi lapangan terbuka lainnya, massa dari kelompok Niwigalen dalam jumlah besar masih melakukan orasi disertai teriakan bernada provokatif yang mengindikasikan potensi aksi balasan.
Pada pukul 12.00 WIT, Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu bersama Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuaebu tiba di Mapolsek Kwamki Narama untuk melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dalam upaya penanganan konflik serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengungkapkan pergerakan massa juga terpantau dari kelompok Kios Panjang yang berjalan kaki menuju kediaman Waimum Noap di Jalur 1.
Sementara itu, patroli aparat di sekitar basis kelompok Dang menemukan warga dalam kondisi siaga dengan membawa alat tajam seperti busur dan anak panah.
Lebih lanjut, kelompok Kios Panjang dan kelompok Dang juga sempat melakukan orasi yang mengarah pada klaim kemenangan setelah menerima informasi terkait jatuhnya korban jiwa dari pihak lawan.
“Personel terus memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika, khususnya Distrik Kwamki Narama,” ujar Iptu Hempy.
Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah meluasnya konflik.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih bersiaga penuh di wilayah tersebut untuk menjaga kondusivitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (ron)

