Jayapura fajarpapua.com–
Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura memprediksi puncak arus balik atau kedatangan penumpang akan terjadi pada H+7 Lebaran atau Sabtu (28/3).
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura I Nyoman Noer Rohim mengatakan, lonjakan penumpang mulai terlihat pada Sabtu, dengan jumlah penumpang tiba diperkirakan mencapai 5.717 orang.
“Perkiraan puncak arus balik atau kedatangan kemungkinan pada 28 Maret 2026, dengan prediksi 5.717 penumpang tiba,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Sebagai gambaran, Bandara Internasional Sentani Jayapura mencatat arus mudik Lebaran 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 6.176 orang.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang dilayani sejak H-7 hingga H-3 Lebaran atau pada periode 13 sampai 17 Maret 2026 mencapai 26.672 penumpang, dengan rincian penumpang datang sebanyak 12.327 orang dan penumpang berangkat sebanyak 14.345 orang.
Sementara pergerakan pesawat, baik take off maupun landing, tercatat sebanyak 540 pergerakan, dengan rincian landing sebanyak 274 pergerakan dan take off sebanyak 266 pergerakan. Untuk kargo tercatat sebanyak 1.301.281 kilogram, dengan rincian kargo datang 177.492 kilogram dan kargo berangkat 1.123.789 kilogram. Hal ini menunjukkan tren peningkatan positif yang konsisten sejak H-7 hingga H-3 Lebaran.
Ia menyebut, peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus menegaskan peran strategis Bandara Internasional Sentani Jayapura sebagai salah satu pintu gerbang utama transportasi udara di wilayah Papua.
“Peningkatan trafik ini menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara yang semakin baik. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jasa bandara, khususnya selama periode angkutan Lebaran,” tuturnya.
Ia menambahkan, dengan berbagai upaya peningkatan layanan, penguatan koordinasi, serta kesiapsiagaan operasional, Bandara Internasional Sentani Jayapura optimistis dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026.(hsb)

