Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Sadis, Tukang Pembuat Meja Kursi Sekolah di Yahukimo Tewas Dibunuh OTK di SMP YPK Yakpesmi Dekai

IMG-20260202-WA0075
IMG-20260202-WA0075Foto / PAPUA
Redaksi FP3 menit baca5 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Aksi kekerasan brutal kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Seorang warga yang bekerja sebagai pembuat meja dan kursi sekolah ditemukan tewas dibunuh secara keji oleh orang tak dikenal (OTK) di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (2/1) sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Korban diketahui bernama Daniel Datti, SE (41), kelahiran Makale, Toraja, yang saat kejadian sedang mengerjakan pembuatan perlengkapan meja dan kursi sekolah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh, di antaranya luka pada kepala, punggung, serta kedua lutut.

Selain menelan korban jiwa, aksi kekerasan tersebut juga mengakibatkan kerusakan fasilitas sekolah, yakni pecahnya kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah akibat lemparan batu.

Keterangan saksi di lokasi menyebutkan, kejadian bermula ketika terdengar suara tembakan dari arah belakang sekolah.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju ruang guru.

Namun, korban dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata, masing-masing membawa senjata api rakitan laras panjang, sebuah kapak, dan satu pelaku lainnya diduga merekam aksi tersebut menggunakan telepon genggam.

Penyerangan terhadap korban terjadi di dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Mendapat laporan kejadian, personel Satreskrim Polres Yahukimo segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, baik dari TKP maupun dari pihak rumah sakit, di antaranya serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga merupakan proyektil.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa pembunuhan yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua pihak. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran aparat keamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli serta langkah-langkah pengamanan terbuka dan tertutup guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis tetap kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku yang masih berstatus dalam penyelidikan. Polisi memastikan situasi keamanan di Distrik Dekai tetap terkendali agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan normal dan aman. (ron)